BREAKING

Minggu, 31 Mei 2015

6 Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati (Materi Lengkap Biologi SMA X)

Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan tanpa dilakukan reboisasi atau peremajaan dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati hilang karena ekosistemnya telah dirusak manusia. Atas dasar itu, pemerintah membentuk UU No. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

Upaya pelesterian keanekaragaman hayati dibagi menjadi dua yaitu pembiakan in-situ dan ex-situ. Pembiakan in-situ adalah pembiakan yang dilakukan di habitat aslinya yang terlindungi. Contoh in-situ cagar alam, suaka margasatwa, dan taman nasional. Sedangkan pembiakan ex-situ adalah pembiakan yang dilakukan di tempat khusus. Contoh ex-situ adalah kebun binatang.

Selain itu, ada juga beberapa upaya lain seperti melakukan reboisasi, rehabilitasi, dan tebang pilih. Azas yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan hidup adalah azas tanggung jawab, azas berkelanjutan, dan azas manfaat. Berikut adalah beberapa jenis upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Bagian dari: Keanekaragaman Hayati (Materi Lengkap)
Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati
Hutan adalah salah satu upaya konservasi keanekaragaman hayati.

1. Hutan Lindung


Hutan lindung adalah kawasan hutan yang sifat alamiahnya diperuntukan untuk mengatur tata air, pencegahan bencana banjir dan erosi, serta pemeliharaan kesuburan tanah. Contoh hutan lindung di Indonesia adalah hutan Lindung Sesaot, hutan Lindung Kerumutan, dan hutan raya Bung Hatta.

2. Cagar Alam


Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Contoh cagar alam di Indonesia adalah cagar alam Rafflesia Aceh-Serbojadi, cagar alam Pulau Anak Krakatau, cagar alam Gunung Lorentz, dan cagar alam Batukaru II.

3. Taman Nasional


Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Contoh taman nasional di Indonesia adalah taman nasional Gunung Leuser, taman nasional Gunung Gede Pangrango, taman nasional Karimunjawa, taman nasional Bunaken, taman nasional Wakatobi, taman nasional Bali Barat, dan taman nasional Teluk Cendrawasih.

4. Suaka Margasatwa


Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. Contoh suaka margasatwa di Indonesia adalah Pusat Pelatihan Gajah, Gumai Pasemah, Muara Angke, Pulau Rambut, dan Jaya Wijaya.

5. Kebun Raya


Kebun raya adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan fauna yang masih hidup. Contoh kebun raya di Indonesia adalah kebun raya Bogor dan kebun raya Eka Karya.

6. Hutan Wisata


Hutan wisata adalah kawasan hutan yang diperuntukkan secara khusus, dibina, dan dipelihara guna kepentingan pariwisata dan wisata buru. Contoh hutan wisata adalah hutan wisata Sancang.



Sumber:
  1. DEFINISI HUTAN LINDUNG (http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-hutan-lindung.html)
  2. Sebutkan 10 Nama hutan lindung yang ada di indonesia (http://brainly.co.id/tugas/212233)
  3. Cagar Alam (http://ditjenphka.dephut.go.id/kawasan_konservasi/cagar-alam/)
  4. Daftar cagar alam di Indonesia (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_cagar_alam_di_Indonesia)
  5. 50 TAMAN NASIONAL DI INDONESIA (http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_index.htm)
  6. Suaka Margasatwa (http://ditjenphka.dephut.go.id/kawasan_konservasi/suaka-margasatwa/)
  7. Daftar suaka margasatwa di Indonesia (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_suaka_margasatwa_di_Indonesia)
  8. DEFINISI KEBUN RAYA (http://www.fourseasonnews.com/2013/09/definisi-kebun-raya.html)
  9. Pengertian Hutan Wisata (http://www.anneahira.com/pengertian-hutan-wisata.htm)



Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

16 Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan yang ada di dalam masyarakat. Setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga menghasilkan perilaku yang berbeda pula. Penyimpangan sosial menunjukkan bahwa proses sosialisasi telah gagal dilakukan. Ada beberapa faktor penyebab perilaku menyimpang. Berikut adalah faktor-faktor penyebab penyimpangan sosial. Langsung saja kita simak yang pertama:
Baca juga: 15 Sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang
16 Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial
Siswa tawuran juga termasuk penyimpangan sosial

1. Kesenjangan Sosial


Perbedaan status yang mengarah pada kesenjangan sosial, terutama antara orang kaya dengan orang miskin yang sangat mencolok, dapat menimbulkan rasa iri dan dengki sehingga terjadi tindak pencurian, pembunuhan, dan saling ejek.

2. Nilai dan Norma yang Terlalu Longgar


Seharusnya para perilaku menyimpang haruslah dibina. Namun ada beberapa masyarakat yang membiarkan begitu saja perilaku menyimpang itu terjadi. Mungkin karena masyarakat terlalu sibuk dengan rutinitas atau sudah lelah membina pelaku perilaku menyimpang tersebut. Sehingga dia semakin menyimpang dari masyarakat.

3. Lingkungan Pergaulan


Pergaulan secara tidak langsung sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Jika tanpa pengetahuan dan kesadaran yang cukup, seseorang mudah terpengaruh oleh kelompok pergaulannya yang kerap kali menyimpang. Akibatnya ia juga ikut berbuat perilaku yang menyimpang.

4. Ketidakpuasan


Ada beberapa individu atau kelompok yang merasa tidak puas dengan kondisi masyarakat saat ini. Sehingga mereka perlu melakukan perubahan walaupun yang mereka lakukan itu menyimpang dari norma masyarakat tersebut. Misalnya ada satu kelompok masyarakat ya ng anti terhadap pendidikan dan menganggap semua orang yang mengikuti pendidikan adalah orang yang menyimpang.

5. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-Norma

Baca juga: Ilmu yang Mempelajari Perilaku Menyimpang
Orang yang tidak sanggup menyerap norma-norma yang ada di dalam masyarakat akan tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk menurut masyarakat. Hal tersebut terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau terjadi keretakan dalam keluarga.

6. Penyalahgunaan Narkotika


Orang yang tidak pernah melakukan penyimpangan sosial, jika diberi narkotika (narkoba dan obat-obat terlarang), maka ia akan mengalami penyimpangan sosial. Itu dikarenakan sifat aditif narkotika yang membuat para pecandunya rela melakukan apa saja untuk mendapatkan narkotika.

7. Sikap Mental


Sikap mental yang tidak pernah malu membuat kesalahan juga menjadi pemicu seseorang berbuat hal yang menyimpang. Jika sikap mental ini diarahkan ke hal yang positif, maka dia bisa saja menjadi pemimpin yang hebat.

8. Keluarga


Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut mengalami penyimpangan sosial. Itu dikarenakan ia berusaha mencari sumber kebahagiaan dan kasih sayang yang lain. Anak juga akan mencari perhatian dengan cara berbuat hal yang tidak baik.

9. Intelegensi


Intelegensi atau tingkat kecerdasan juga mempengaruhi perilaku seseorang. Biasanya orang yang memiliki keterbelakangan mental cenderung berbuat hal-hal yang menyimpang. Sebaiknya jika orang tersebut cerdas, maka ia akan lebih mudah memahami norma-norma yang berlaku di masyarakat.

10. Media Massa


Media massa juga dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Ada beberapa media massa yang cenderung provokatif dan menebar kebencian. Akibatnya dia terjerumus dan berusaha untuk membasmi orang/kaum yang ia benci. Perbuatan tersebut seringkali menyimpang dari norma.

11. Proses Belajar yang Menyimpang

Baca juga: Penyimpangan Sosial dan Pengendalian Sosial (Materi Ringkasan Sosiologi)
Seseorang yang terlalu sering belajar dengan tokoh idolanya yang kerap melakukan hal yang menyimpang, maka ia akan terjerumus dan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Buku yang isinya menyimpang juga dapat menjerumus seseorang.

12. Sosialisasi Subkebudayaan yang Menyimpang

Baca juga: 6 Macam Media Sosialisasi
Hal ini terjadi ketika budaya luar masuk ke dalam masyarakat lokal dan beberapa kebudayaan luar tersebut menyimpang dengan norma yang ada pada masyarakat lokal. Salah satu contohnya adalah budaya seks bebas dan kata-kata kasar.

13. Keinginan Untuk Dipuji


Banyak sekali orang yang memiliki sikap gila pujian. Terutama mereka yang kurang mendapat perhatian dan pujian dari keluarga. Dia rela berbuat apa saja supaya dipuji oleh kelompoknya meskipun menyimpang. Misalnya, ada sebuah kelompok yang suka merokok dan satu orang yang tidak merokok, orang tersebut kurang mendapat perhatian dari keluarganya, sehingga ia merokok untuk mendapatkan pujian dari kelompoknya tersebut.

14. Ketegangan Antara Kebudayaan dan Struktur Sosial


Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat meyebabkan terjadinya perilaku menyimpang. Ketegangan terjadi jika seseorang berupaya mencapai suatu tujuan namun tidak memperoleh peluang sehingga ia akan mengupayakan peluang itu sendiri dengan cara yang menyimpang. Contohnya adalah jika setiap penguasa sama saja menindas rakyat maka rakyat akan berani memberontak terhadap penguasa. Ada yang memberontak dengan cara perlawanan dan ada pula yang terselubung seperti menunggak atau mempermainkan pajak.

15. Ikatan Sosial yang Berlainan


Setiap orang biasanya berhubungan dengan beberapa kelompok yang berbeda. Hubungan tersebut akan membuat seseorang lama-kelamaan akan mengidentifikasikan diri dengan kelompok yang paling dihargainya. Jika perilaku kelompok tersebut menyimpang, maka kemungkinan besar ia juga terjerumus ke dalam penyimpangan sosial tersebut.

16. Labelling


Pemberian labelling atau julukan negatif pada seseorang yang walaupun hanya sekali melakukan tindakan menyimpang juga dapat memberikan dampak buruk. Ia merasa terganggu dengan label barunya tersebut dan cenderung akan mengulanginya lagi karena sudah terlanjur. Misalnya jika seseorang ketahuan mencuri, maka dia akan dicap pencuri oleh masyarakat, padahal ia hanya sekali melakukan pencurian.



Sumber:
  1. Perilaku menyimpang (http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang)
  2. FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL (http://diasdiari.blogspot.com/2014/02/faktor-faktor-penyebab-penyimpangan.html)
  3. 15 Sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang (http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/09/15-sebab-terjadinya-perilaku-menyimpang.html)
  4. Faktor-Faktor Penyimpangan Sosial (https://missevi.wordpress.com/2009/03/19/faktor-faktor-penyimpangan-sosial/)
  5. Faktor Penyebab dan Dampak Penyimpangan Sosial (http://izzah-ruhama.blogspot.com/2012/11/faktor-penyebab-dan-dampak-penyimpangan.html)
  6. Faktor yang Menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial (http://www.febrian.web.id/2014/02/faktor-yang-menyebabkan-terjadinya.html)
  7. Faktor Penyebab Terjadinya Penyimpangan Sosial (http://www.pojokpedia.com/faktor-penyebab-terjadinya-penyimpangan-sosial.html)
  8. Perilaku menyimpang (http://layanabk.weebly.com/prilaku-menyimpang-penyebab-dan-dampaknya.html)
  9. Sebutkan 3 faktor yang menyebabkan perilaku penyimpangan sosial dalam masyarakat! (http://brainly.co.id/tugas/100314)



Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

Sabtu, 30 Mei 2015

7 Alasan Mengapa Aku Bangga Menjadi Bangsa Indonesia

Indonesia adalah salah satu bangsa yang besar dan memiliki kekayaan alam dan manusia yang melimpah. Yaa walaupun kekayaan tersebut belum sepenuhnya bisa dikelola dengan baik oleh negara. Tapi banyak sekali hal lain yang membuat saya bangga jadi bangsa Indonesia. Berikut adalah alasannya:
Baca juga: 8 Syarat-Syarat Menjadi Warga Negara Indonesia
7 Alasan Mengapa Aku Bangga Menjadi Bangsa Indonesia
Indonesia


1. Negara yang Paling Toleran


Menurut saya, Indonesia adalah negara yang paling toleran terhadap perbedaan. Meskipun konflik SARA sering terjadi di media sosial, namun sepertinya itu hanya kata-kata belaka dan tidak sampai menjadi konflik di dunia nyata. Namun sepertinya fanatisme berlebihan harus dihilangkan. Kasus bom juga semakin jarang terjadi saat ini.

2. Relatif Damai


Negara dengan banyak perbedaan biasanya cepat sekali pecah. Namun tidak halnya dengan Indonesia. Sebagian besar wilayah di Indonesia relatif damai dan tidak ada kekacauan yang berarti. Disini peran TNI dan Polri sangat kuat sehingga bisa menghalau kelompok pembuat onar atau kelompok separatis sekalipun.

3. Politik yang Stabil


Meskipun di televisi banyak menayangkan konflik antar partai atau antar instansi pemerintah, namun saya tidak pernah melihat kekacauan politik yang benar-benar terlihat nyata sehingga mengganggu pembangunan. Proses pemilu tahun lalu juga berlangsung secara damai. Pemilu damai sangat jarang terjadi di negara berkembang. Ada beberapa negara yang selalu terjadi pertumpahan darah jelang pemilu.

4. Pembangunan yang Pesat


Meskipun banyak ada pemberitaan korupsi, namun pembangunan di Indonesia kini tengah gencar-gencarnya. Kini jalanan di daerah pelosok pun sudah di aspal. Pembangunan gedung bertingkat juga semakin gencar. Banyak proyek jalan tol yang dikebut. Ada beberapa pembangunan dan pengembangan bandara besar di beberapa daerah.

5. Terjaminnya Kebebasan Berpendapat


Kebebasan berpendapat adalah salah hak setiap warga negara Indonesia terutama setelah Reformasi. Kita bisa berkata apapun di jejaring sosial tanpa takut jiwa terancam. Namun tentu saja selama kata-kata tersebut tidak melanggar peraturan perundang-undangan, kita akan aman dari jeratan hukum. Baru-baru ini saya mendengar ada kasus pembunuhan tiga blogger di Bangladesh, pemenjaraan beberapa blogger di Thailand, dan pembantaian beberapa wartawan di Perancis. Itu menunjukan bahwa negara maju pun belum mampu menjamin kebebasan berpendapat secara menyeluruh.

6. Peluang Bisnis yang Masih Sangat Besar


Indonesia memiliki penduduk terbanyak keempat di dunia. Kabar baiknya lagi, sebagian besar dari mereka memiliki gaya hidup konsumtif. Meskipun beberapa sektor sudah dikuasai oleh pihak asing, tetapi ada juga bidang menjanjikan yang belum terlihat oleh asing. Misalnya industri konten internet, industri kreatif, dan pariwisata. Banyak anak muda Indonesia yang mendadak kaya karena bisnis industri kreatif.

7. Ceweknya Cantik-Cantik


Tentu saja yang paling penting dari semua itu adalah ceweknya yang relatif cantik. Tentu saja “cabe-cabean” tidak termasuk dalam kriteria cantik tersebut. Warna kulit wanita Indonesia menurut saya adalah yang paling sempurna di dunia. Tidak terlalu hitam dan tidak terlalu putih. Rupa wajah wanita Indonesia sangatlah ayu. Hatinya juga lemah lembut dan baik. Tidak heran mengapa banyak orang asing jatuh cinta pada orang Indonesia dan rela mengubah kewarganegaraannya untuk menetap bersama.




Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

9 Macam Jaringan Epitel

Jaringan epitel adalah sekumpulan sel sejenis yang melapisi permukaan tubuh dan bagian dalam rongga tubuh. Jaringan ini merupakan salah satu dari empat jenis jaringan hewan selain jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Secara umum, jaringan epitel diklasifikasikan menjadi 5 yaitu epitel pipih, epitel silindris, epitel kubus, epitel transisi, dan epitel kelenjar. Epitel pipih, silindris, dan kubus dibagi lagi sehingga menjadi 9 macam jaringan epitel. Berikut adalah penjelasan tentang jenis-jenis jaringan epitel. Langsung saja kita simak yang pertama:
Selengkapnya: Jaringan Epitel (Artikel Lengkap)
Macam-Macam Jaringan Epitel
Gambar jaringan epitel


1. Epitel Pipih Selapis


Epitel pipih selapis adalah jaringan epitel yang tersusun atas sel-sel berbentuk pipih dan hanya tersusun atas selapis sel. Susunan selnya sangat rapat. Epitel pipih selapis terdapat pada pembuluh darah, selaput pembungkus jantung, pembuluh limfa (getah bening), alveoli, selaput pembungkus paru-paru (pleura), selaput bagian dalam telinga, dan glomerulus pada ginjal. Fungsi epitel pipih selapis berkaitan dengan proses osmosis, difusi, sekresi, dan filtrasi.

2. Epitel Pipih Berlapis Banyak


Epitel pipih berlapis banyak adalah jaringan epitel yang tersusun atas sel-sel berbentuk pipih dan tersusun dari beberapa lapis sel. Susunan selnya sangat rapat. Epitel pipih berlapis banyak terdapat pada permukaan kulit, rongga hidung, vagina, telapak kaki, rongga mulut, dan esofagus. Karena strukturnya yang lebih tebal dan kebanyakan berada di bagian luar tubuh, maka fungsi epitel pipih berlapis banyak sebagai pelindung dari gesekan luar.

3. Epitel Silindris Selapis


Epitel silindris selapis adalah jaringan epitel yang tersusun atas susunan sel-sel berbentuk silinder (batang) secara vertikal dan hanya tersusun atas selapis sel. Sitoplasmanya jernih. Inti sel berbentuk bulat dan berada di dekat dasar sel. Epitel silindris selapis terdapat di dinding rongga lambung, kelenjar pencernaan, usus, kandung kemih, kantong empedu, rahim, tuba falopi, saluran pernapasan bagian atas, dan saluran pencernaan. Fungsi jaringan epitel silindris selapis adalah sebagai penyerap sari-sari makanan di usus, pelindung, pelicin, dan sekresi.

4. Epitel Silindris Berlapis Banyak


Epitel silindris berlapis banyak adalah jaringan epitel yang tersusun atas susunan sel-sel berbentuk silinder (batang) secara vertikal dan tersusun dari beberapa lapis sel. Sitoplasma selnya memiliki vesikel berwarna gelap dan dapat mensekresikan lendir. Epitel silindris berlapis banyak terdapat pada laring, faring, trakea, dan kelenjar ludah. Fungsi epitel ini adalah sebagai pelindung dan sekresi.

5. Epitel Silindris Bersilia


Epitel silindris bersilia adalah jaringan epitel yang tersusun atas susunan sel-sel berbentuk silinder (batang) secara vertikal, tersusun dari beberapa lapis sel, dan memiliki silia (bulu getar). Fungsi bulu getar adalah untuk menyaring udara, menangkap kotoran, dan mengeluarkannya. Epitel silindris bersilia ditmukan di dinding rongga hidung, saluran trakea, bronkus, dan dinding saluran oviduk. Epitel ini juga menghasilkan mukus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk.

6. Epitel Kubus Selapis


Epitel kubus selapis adalah jaringan epitel yang tersusun atas susunan sel-sel berbentuk kubus (kotak) dan hanya terdiri dari selapis sel. Epitel kubus selapis terdapat pada mikrovili dalam usus halus, permukaan ovarium, lensa mata, nefron pada ginjal, dan kelenjar tiroid. Fungsi epitel kubus selapis adalah sebagai alat sekresi, absorbsi, dan pelindung.

7. Epitel Kubus Berlapis Banyak


Epitel kubus berlapis banyak adalah jaringan epitel yang tersusun atas susunan sel-sel berbentuk kubus (kotak) dan terdiri dari beberapa lapis sel. Epitel ini terdapat pada kelenjar keringat, kelenjar minyak, permukaan ovarium, kelenjar tiroid, folikel ovarium, dan testis. Fungsi epitel kubus berlapis banyak adalah sebagai absorpsi, proteksi (pelindung), dan sekresi.

8. Epitel Transisi


Epitel transisi adalah jaringan sel yang tersusun atas sel-sel yang memiliki bentuk tak beraturan dan bisa berubah bentuk atau mengembang. Epitel ini biasanya memiliki beberapa lapis sel. Epitel transisi terdapat di ureter, uretra, kandung kemih, dan saluran pernapasan. Fungsinya adalah sebagai pemberi ruang tambahan. Disebut transisional karena dapat berubah bentuk dan ukuran. Misalnya epitel transisi pada kandung kemih yang tipis saat penuh dengan urine, sedangkan epitel transisi akan menebal saat tidak ada urine di dalamnya.

9. Epitel Kelenjar


Epitel kelenjar adalah jaringan epitel yang berperan khusu dalam sekresi senyawa untuk membantu proses biologis. Terdapat dua jenis kelenjar yaitu kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang tidak memiliki saluran sehingga hasil sekresinya yang berupa hormon langsung masuk ke pembuluh darah. Sedangkan kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang memiliki saluran khusus dan berfungsi untuk membantu proses metabolisme dan komunikasi. Contoh kelenjar eksokrin adalah ludah, keringat, pankreas, dan feromon.


Sumber:
  1. macam-macam jaringan epitel (http://nadnadio.blogspot.com/2012/04/macam-macam-jaringan-epitel.html)
  2. Jaringan Epitel, Letak dan Fungsi Jaringan Epitel (http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/12/jaringan-epitel-letak-dan-fungsi.html)
  3. Fungsi dan Macam-macam Jaringan Epitel (http://sharekawan.blogspot.com/2014/03/fungsi-dan-macam-macam-jaringan-epitel_31.html)
  4. Jaringan Epitel (http://www.pustakasekolah.com/jaringan-epitel.html)
  5. JARINGAN EPITEL (http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/05/jaringan-epitel.html)
  6. Gambar Jaringan Epitel (https://blogcalondokter.wordpress.com/2010/12/09/gambar-jaringan-epitel/)
  7. JARINGAN EPITELIUM (jaringan hewan 1) (https://slowslowly.wordpress.com/2012/10/04/107/)
  8. Jaringan Epitel (Artikel Lengkap) (http://hedisasrawan.blogspot.com/2014/11/jaringan-epitel-artikel-lengkap.html)



Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

Jumat, 29 Mei 2015

6 Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati (Materi Lengkap Biologi SMA X)

Kenekaragaman hayati di dunia terus menurun seiring kemajuan teknologi umat manusia. Manusia seolah-olah menjadi “penguasa dunia” dan seenaknya merusak keanekaragaman hayati hanya untuk kepentingan sendiri. Padahal pada akhirnya manusia yang akan dirugikan dari hilangnya keanekaramgan hayati. Banyak sekali penyebab terjadi hilangnya keanekaragaman hayati. Berikut adalah penyebabnya:

Bagian dari: Keanekaragaman Hayati (Materi Lengkap)


perburuan liar dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati
Perburuan liar dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati

1. Hilangnya Habitat


Deforestasi (penebangan hutan) telah mengakibatkan hilangnya habitat sejumlah makhluk hidup yang berdampak pada berkurangnya keanekaragaman hayati. Penggunaan bom ikan juga berdampak buruk pada ekosistem laut. Penyebab utama masalah ini adalah populasi manusia yang terus bertambah yang seiring dengan perkembangan kebutuhan yang semakin pesat.

2. Introduksi Spesies


Introduksi spesies (pengenalan spesies) adalah upaya mendatangkan sebuah spesies asing ke suatu tempat. Hal itu dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati karena bisa saja spesies asing lebih kuat dibandingkan spesies lokal sehingga kelestarian spesies lokal terancam. Misalnya jika ada sebuah pulau yang dihuni banyak rusa kemudian dimasukkan beberapa singa ke dalam pulau tersebut. Contoh introduksi spesies yang sering terjadi adalah penggunaan padi unggul yang telah memusnahkan padi tradisional.

3. Eksploitasi Berlebihan


Kemajuan teknologi manusia membuat manusia bisa berburu apa saja termasuk hewan buas. Karena nilai jual yang tinggi, banyak orang yang tega mengeksploitasinya secara berlebihan tanpa memikirkan generasi yang akan datang. Akibatnya, populasi beberapa jenis hewan terus menurun bahkan hampir punah. Eksploitasi hutan juga dapat mengganggu ekosistem dan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati.

4. Pencemaran


pencemaran udara menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati
Pencemaran udara menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati

Pencemaran di kota-kota besar sudah semakin mengkhawatirkan. Banyak orang yang seenaknya membuang sampah dan limbah ke sungai. Padahal sungai adalah tempat hidup berbagai jenis ikan dan tumbuhan air. Ekosistem pantai juga ikut terganggu karena pencemaran ini. Penggunaan pestisida dan pupuk buatan juga berbahaya bagi tanah. Tanah akan tercemar dan menjadi tidak subur lagi. Asap kendaraan bermotor dan pabrik berkontribusi terhadap pencemaran udara yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global sehingga daerah kutub menjadi tidak nyaman ditinggali oleh hewan kutub. Semua pencemaran tersebut pada akhirnya akan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati.

5. Pemanasan Global


eksploitasi hutan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati
Eksploitasi hutan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati

Suhu dunia terus naik karena efek samping pencemaran udara. Udara yang semakin panas ini dapat melelehkan es di kutub. Akibatnya permukaan laut naik dan menenggelamkan pulau-pulau kecil di dunia. Tumbuhan dan hewan yang tinggal di pulau kecil tersebut akan lenyap.

6. Industrialisasi


Sistem pertanian saat ini lebih condong ke sistem monokultur atau hanya menanam satu varietas padi. Varietas padi tersebut adalah varietas unggul yang dikembangkan di laboratorium. Akibatnya, keanekaragaman hayati padi menurun.






Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

Kamis, 28 Mei 2015

Metabolisme (Artikel Lengkap)

Metabolisme adalah sekumpulan reaksi kimia di dalam sel organisme yang dilakukan untuk bertahan hidup. Reaksi enzim katalis membuat organisme dapat tumbuh, bereproduksi, berkembang, dan beradaptasi dengan lingkungannya. Istilah “metabolisme” juga dapat merujuk kepada semua reaksi kimia yang terjadi di makhluk hidup, termasuk pencernaan dan transportasi substansi antar sel.
Selengkapnya: Pengertian Metabolisme (Artikel Lengkap)
Metabolisme biasanya dibagi menjadi dua kategori yakni katabolisme yang memecah materi organik dan mendapatkan energi dengan cara respirasi sel, dan anabolisme yang menggunakan energi untuk membentuk komponen sel seperti protein dan asam nukleat.

Reaksi kimia pada metabolisme tersusun menjadi jalur metabolisme, yang mana satu zat kimia berubah dalam beberapa tahap menjadi zat kimia lain, dengan bantuan enzim. Enzim sangat penting dalam metabolisme karena enzim membantu organisme untuk mengendalikan reaksi yang membutuhkan energi. Reaksi tersebut tidak akan terjadi dengan sendirinya. Energi akan dikeluarkan oleh enzim dengan cara membuat suatu reaksi spontan. Enzim bertindak sebagai katalis yang dapat mempercepat suatu reaksi. Enzim juga mengatur jalur metabolisme dengan mengubah suasana sel atau menerima sinyal dari sel lain.


Sistem metabolisme pada organisme tertentu dapat menggunakan racun sebagai nutrisi. Contoh, beberapa jenis organisme prokariotik menggunakan hidrogen sulfat sebagai nutrien, sedangkan gas tersebut beracun bagi hewan. Kecepatan metabolisme dan derajat metabolisme mempengaruhi jumlah makanan yang dibutuhkan oleh suatu organisme dan cara memperolehnya.

Ciri-ciri metabolisme yang paling mencolok adalah kemiripan jalur metabolisme dasar dan komponen di seluruh spesies organisme. Contoh, asam karboksilat yang terdapat pada siklus asam sitrat ada di seluruh organisme mulai dari bakteri uniseluler Escherichia coli dan organisme multiseluler gajah. Kemiripan mencolok dalam jalur metabolisme ini dikarenakan semuanya berasal dari satu kemunculan seperti yang dijelaskan oleh teori evolusi.

1. Kunci Biokimia dalam Metabolisme
Selengkapnya: Sel (Artikel Lengkap) dan Biokimia (Artikel Lengkap)
Kebanyakan struktur yang menyusun hewan, tumbuhan, dan mikroba terdiri dari tiga molekul dasar yaitu asam amino, karbohidrat, dan lipid (sering disebut lemak). Molekul tersebut sangat penting bagi kehidupan. Reaksi metabolisme berfokus untuk memproduksi molekul tersebut selama pembentukan sel dan jaringan atau mencerna sel mati dan menggunakannya sebagai sumber energi. Biokimia dapat bergabung bersama untuk membentuk polimer seperti DNA dan protein. DNA dan protein adalah makromolekul esensial bagi kehidupan.

Jenis Molekul
Nama Monomer yang Membentuknya
Nama Polimer yang Membentuknya
Contoh Polimernya
Asam amino
Asam amino
Protein (juga disebut polipeptida)
Protein fibrosa dan protein globular
Karbohidrat
Monosakarida
Polisakarida
Pati, glikogen, dan selulosa
Asam nukleat
Nukleotida
Polinukleotida
DNA dan RNA

 1.1. Asam Amino dan Protein dalam Metabolisme

Protein terdiri dari asam amino yang tersusun dari rantai linear yang diikat oleh rantai (bond) peptida. Banyak protein yang merupakan enzim yang mengkatalis reaksi kimia dalam metabolisme. Protein yang lain memiliki fungsi struktural dan mekanika, seperti protein yang membentuk sitoskeleton, sebuah sistem kerangka yang membentuk sel. Protein juga penting dalam pemberi sinyal sel, respon imun, adhesi sel, transpor aktif antar membran, dan siklus sel. Asam amino juga berkontribusi dalam metabolisme seluler dengan menyediakan suplai karbon untuk siklus krebs, terutama ketika sumber utama energi seperti glukosa tidak mencukupi.

1.2. Lipid dalam Metabolisme

Lipid adalah sekumpulan biokimia yang paling bermacam-macam. Struktur utamanya digunakan sebagai bagian dari membran biologis baik itu lapisan dalam maupun lapisan luarnya, contohnya adalah membran sel. Lipid juga dapat digunakan sebagai sumber energi. Lemak adalah molekul yang terdiri dari asam lemak dan gliserol. Sebuah gliserol terdiri dari trigliserida. Kolesterol juga merupakan salah satu jenis lipid.

1.3. Karbohidrat dalam Metabolisme

Karbohidrat adalah aldehida atau keton dengan banyak hidroksil yang dapat membentuk rantai lurus atau cincin. Karbohidrat merupakan molekul biologis yang paling melimpah dan memiliki banyak peran seperti penyimpanan, transpor energi (pati dan glikogen), dan komponen struktural (selulosa dalam tumbuhan, kitin dalam hewan). Unit dasar karbohidrat disebut monosakarida yang terdiri dari galaktosa, fruktosa, dan glukosa. Beberapa monosakarida dapat saling berikatan untuk membentuk polisakarida.

1.4. Nukleotida dalam Metabolisme

Dua asam nukleat, DNA dan RNA, adalah polimer dari nukleotida. Masing-masing nukleotida tersusun dari fosfat, gula ribosa (RNA) atau gula deoksiribosa (DNA), dan basa nitrogen. Asam nukleat sangat bermanfaat karena dapat menyimpan, menggunakan, dan menterjemahkan materi genetika melalui proses transkripsi dan sintesis protein. Informasi genetik ini dilindungi oleh mekanisme DNA repair dan diperbanyak melalui replikasi DNA. Banyak virus seperti HIV yang hanya memiliki RNA dan menggunakan transkripsi terbalik untuk membentuk DNA. RNA di ribosom mirip dengan enzim yang dapat mengkatalis reaksi kimia. Nukleosida dibuat dengan mengikat basa nukleat dan gula ribosa. Basa tersebut merupakan cincin heterosiklik yang mengandung nitrogen dan termasuk purin atau pirimidin. Nukleotida juga bertindak sebagai koenzim dalam reaksi transfer metabolik.

1.5. Koenzim dalam Metabolisme

Metabolisme melibatkan susunan reaksi kimia yang banyak. Namun kebanyakan hanya melibatkan beberapa jenis reaksi dasar yang melibatkan transfer atom fungsional dan ikatannya dalam molekul. Beberapa zat kimia dapat membuat sel menggunakan sekumpulan kecil metabolisme intermediet untuk memindahkan sekumpulan zat kimia lain diantara reaksi yang berbeda. Zat kimia yang dapat membuat sel seperti itu disebut koenzim. Masing-masing reaksi transfer dibawa keluar oleh koenzim tertentu. Koenzim tersebut kemudian dibuat, digunakan, dan didaur ulang secara berkelanjutan.

Pusat koenzim disebut adenosina trifosfat (ATP) yang merupakan energi yang dapat digunakan oleh semua jenis sel. Nukleotida tersebut digunakan untuk mentransfer energi kimia diantara reaksi kimia yang berbeda. Hanya ada sedikit ATP di dalam sel, namun selalu beregenerasi. Tubuh manusia dapat menggunakan ATP seberat berat tubuhnya setiap hari. ATP bertindak sebagai jembatan antara katabolisme dan anabolisme. Katabolisme memecah molekul dan anabolisme menyatukannya. Reaksi katabolik membentuk ATP dan reaksi anabolik menggunakannya. ATP juga menjadi pembawa fosfat dalam reaksi fosforilasi.

Vitamin adalah komponen organik yang diperlukan dalam jumlah kecil yang tidak dapat dibuat oleh sel. Dalam nutrisi manusia, kebanyakan fungsi vitamin bertindak sebagai koenzim setelah dimodifikasi. Contoh, semua vitamin yang dapat larut dengan air bersifat fosforilasi atau dapat bergabung dengan nukleotida ketika dibutuhkan di dalam sel. Nikotinamida adenin dinukleotida (NAD+) yang merupakan derivatif dari vitamin B3 (niasin) adalah koenzim penting yang bertindak sebagai aseptor hidrogen. Ratusan tipe dehidrogenesis menghilangkan elektron dari substratnya dan mereduksi NAD+ menjadi NADH. Bentuk tereduksi dari koenzim ini kemudian merupakan substrat untuk semua reduktasi di dalam sel yang perlu mereduksi substratnya.

1.6. Mineral dan Kofaktor dalam Metabolisme

Elemen anorganik berperan penting dalam metabolisme. Beberapa jenis zat anorganik sangat berlimpah seperti sodium dan potasium. Sekitar 99% dari massa mamalia terdiri dari elemen karbon, nitrogen, kalsium, sodium, klorin, potasium, hidrogen, fosfor, oksigen, dan sulfur. Komponen organik (protein, lipid, dan karbohidrat) mengandung mayoritas karbon dan nitrogen. Kebanyakan dari oksigen dan hidrogen muncul sebagai air.

Elemen anorganik yang melimpah bertindak sebagai elektrolit ion. Ion yang paling penting adalah sodium, potasium, kalsium, magnesium, klorida, fosfat, dan ion organik bikarbonat. Gradien ion dijaga supaya tepat dengan melewati membran sel dan menjaga tekanan osmotik dan pH. Ion juga penting untuk fungsi saraf dan otot sebagai potensial aksi di jaringannya. Potensial aksi diciptakan dengan menukar elektrolit diantara cairan ekstraseluler dan cairan sel. Elektrolit masuk dan keluar dari sel melalui protein di membran sel yang disebut kanal ion (ion channels). Contoh, kontraksi otot bergantung pada pergerakan kalsium, sodium, dan potasium melalui kanal ion di dalam membran sel dan tubulus T.

Logam transisi biasanya muncul sebagai elemen sisa di organisme. Seng dan zat besi yang paling melimpah diantara logam transisi. Logam tersebut digunakan dalam beberapa jenis protein sebagai kofaktor dan penting untuk aktivitas enzim seperti katalase dan protein pembawa oksigen (hemoglobin). Kofaktor logam diikat erat di beberapa tempat dalam protein. Meskipun kofaktor enzim dapat diubah selama proses katalis, kofaktor logam selalu kembali ke tempatnya semula setelah reaksi katalis selesai. Mikronutrien logam dapat diambil oleh organisme dengan transporter spesifik dan terikat untuk menyimpan protein, seperti feritin atau metalotionein ketika tidak digunakan.

2. Katabolisme dalam Metabolisme

Katabolisme adalah sekumpulan proses metabolisme yang memecah molekul besar. Katabolisme juga termasuk memecah dan mengoksidasi molekul makanan. Tujuan reaksi katabolisme adalah untuk menyediakan energi dan komponen yang dibutuhkan oleh reaksi anabolik. Sifat reaksi katabolik berbeda di setiap organisme. Organisme dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber energi dan karbonnya seperti yang terlihat pada gambar (tabel) dibawah. Molekul organik diperlukan sebagai sumber energi bagi organotrof, sedangkan litotrof menggunakan substrat anorganik dan fototrof menggunakan cahaya matahari sebagai energi kimia. Namun, semua perbedaan bentuk metabolisme bergantung pada reaksi redoks yang melibatkan transfer elektron dari molekul yang tereduksi seperti molekul organik, air, amonia, hidrogen sulfida, atau ion besi ke molekul akseptor seperti oksigen, nitrat, atau sulfat. Pada hewan, reaksi tersebut melibatkan molekul organik kompleks yang terpecah menjadi molekul sederhana seperti karbon dioksida dan air. Dalam organisme fotosintetik seperti tanaman dan sianobakteri, reaksi transfer elektron tidak menghasilkan energi, tetapi digunakan untuk menyimpan energi yang diterima dari cahaya matahari.

Metabolisme
Klasifikasi organisme berdasarkan metabolismenya

Reaksi katabolis yang paling umum pada hewan dapat dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, molekul organik besar seperti protein, polisakarida, atau lipid dicerna menjadi komponen yang lebih kecil diluar sel. Kemudian, molekul yang lebih kecil itu diambil oleh sel dan mengubahnya menjadi molekul yang lebih kecil lagi, biasanya berupa asetil koenzim A (asetil-KoA), yang menghasilkan beberapa energi. Terakhir, asetil pada KoA teroksidasi menjadi air dan karbon dioksida di dalam siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron. Proses tersebut menghasilkan energi yang disimpan dengan mereduksi koenzim NAD+ menjadi NADH.

2.1. Pencernaan

Makromolekul seperti pati, selulosa, atau protein tidak dapat langsung diambil oleh sel dan harus dipecah menjadi unit yang lebih kecil sebelum dapat digunakan dalam metabolisme sel. Beberapa jenis enzim mencerna polimer tersebut. Enzim pencernaan tersebut salah satunya adalah protease yang mencerna protein menjadi asam amino dan hidrolase glikoseda yang mencerna polisakarida menjadi gula sederhana yang dikenal sebagai monosakarida.

Mikroba secara sederhana mensekresikan enzim pencernaan disekelilingnya. Sedangkan hewan hanya mensekresi enzim dari sel terdiferensiasi di usus. Asam amino atau gula dihasilkan oleh enzim ekstraseluler yang dipomba menuju sel oleh protein transpor aktif.

2.2. Energi dari Komponen Organik

Katabolisme karbohidrat adalah proses memecah karbohidrat menjadi unit yang lebih kecil. Karbohidrat biasanya diambil oleh sel setelah dicerna menjadi monosakarida. Di dalam sel, jalur utama pemecahan adalah glikolisis yang merupakan proses mengubah gula (glukosa dan fruktosa) menjadi asam piruvat dan menghasilkan beberapa ATP. Asam piruvat digunakan sebagai penengah di beberapa jalur metabolik, namun kebanyakan diubah menjadi asetil-KoA dan masuk ke dalam siklus asam sitrat. Meskipun lebih banyak ATP yang dihasilkan oleh siklus asam sitrat, produk yang terpenting adalah NADH yang terbuat dari NAD+ yang telah teroksidasi. Proses oksidasi tersebut menghasilkan karbon dioksida sebagai produk sampingan (buangan). Dalam kondisi anaerobik, glikolisis memproduksi asam laktat melalui enzim laktat dehidrogenase yang mereoksidasi NADH menjadi NAD+ untuk digunakan kembali dalam glikolisis. Rute alternatif untuk pemecahan glukosa adalah jalur pentosa fosfat yang menguransi koenzim NADPH dan memproduksi gula pentosa seperti ribosa yang merupakan komponen gula dari asam nukleat.

Lemak dikatabolis dengan cara hidrolisis dan menghasilkan asam lemak dan gliserol. Gliserol masuk ke glikolisis dan asam lemak dipecah oleh beta oksidasi untuk menghasilkan asetil-KoA yang kemudian masuk ke siklus asam sitrat. Asam lemak menghasilkan lebih banyak energi melalui oksidasi dibandingkan karbohidrat karena struktur karbohidrat mengandung lebih banyak oksigen. Steroid juga dipecah oleh bakteri dengan proses yang mirip dengan beta oksidasi. Proses pemecahan tersebut melibatkan asetil-KoA, propionil-KoA, dan asam piruvat dalam jumlah yang signifikan. Hasil pemecahan tersebut juga dapat digunakan sebagai energi.

Asam amino salah satunya digunakan untuk mensintesis protein dan biomolekul lain, atau mengoksidasi urea dan karbon dioksida sebagai sumber energi. Jalur oksidasi dimulai dengan menghilangkan animo dengan transaminase. Amino kemudian masuk ke dalam siklus urea dan menghasilkan rangka karbon terdeaminasi di dalam siklus asam sitrat. Contoh, deaminasi glutamat menghasilkan α-ketoglutarate. Asam amino glukogenik juga dapat diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis.

3. Transformasi Energi dalam Metabolisme

3.1. Fosforilasi Oksidatif

Dalam fosforilasi oksidatif, elektron dihilangkan dari molekul organik dan ditransfer ke oksigen, kemudian energi yang dihasilkan digunakan untuk membuat ATP. Proses ini dilakukan oleh eukariota dengan sekumpulan protein di membran mitokondria yang disebut rantai transpor elektron. Pada prokariota, protein ini ditemukan di membran sel bagian dalam. Protein tersebut menggunakan energi yang dihasilkan dengan melewatkan elektron dari molekul tereduksi seperti NADH menuju oksigen untuk memompa proton melewati membran.

Memompa proton keluar dari mitokondria menciptakan perbedaan konsentrasi proton di sekitar membran dan menghasilkan gradien elektrokimia. Gaya ini membawa proton kembali ke mitokondria melewati basa enzim yang disebut ATP sintase. Aliran proton membuat stalk subunit berputar dan menyebabkan daerah domain sintase yang aktif berubah bentuk dan fosforilat adenosin difosfat berubah menjadi ATP.

3.2. Energi dari Komponen Anorganik

Kemolitotrof adalah salah satu jenis metabolisme yang ditemukan di prokariota dimana energi diperoleh dari oksidasi komponen anorganik. Organisme tersebut dapat menggunakan hidrogen, komponen sulfur yang tereduksi (seperti sulfida, hidrogen sulfida, dan tiosulfat), Besi (II) oksida, atau amonia sebagai sumber energi. Energi didapatkan dengan mengoksidasi komponen tersebut dengan akseptor elektron seperti oksigen atau nitrit. Proses mikrobial ini penting dalam siklus biogeokimia globat seperti asetogenesis, nitrifikasi, dan denitrifikasi. Selain itu, proses ini juga penting bagi kesuburan tanah.

3.3. Energi dari Cahaya Matahari

Tumbuhan, sianobakteria, bakteri ungu, bakteri sulfur hijau, dan beberapa jenis protista mendapatkan energi dari cahaya matahari. Proses ini seringkali diikuti dengan pengubahan karbon dioksida menjadi komponen organik sebagai bagian dari fotosintesis. Sistem pengambilan energi dan fiksasi karbon dapat beroperasi secara terpisah pada prokariota. Bakteri ungu dan bakteri sulfur hijau dapat menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi dan dapat berpindah-pindah antara fiksasi karbon dan fermentasi komponen organik.

Pada banyak organisme, proses pengambilan energi matahari memiliki prinsip yang sama dengan fosforilasi oksidatif dimana melibatkan tempat penyimpanan energi sebagai gradien konsentrasi proton. Proton memacu gaya untuk mengendalikan sintesis ATP. Elektron diperlukan untuk mengendalikan rantai transpor elektron yang datang dari protein pembawa cahaya yang disebut pusat reaksi fotosintetik atau rhodopsin. Pusat reaksi pada tumbuhan dan sianobakteria terbagi menjadi dua jenis berdasarkan jenis pembawa pigmen fotosintetik. Kebanyakan bakteri fotosintetik hanya memiliki satu jenis.

Pada tumbuhan, ganggang, dan sianobakteria, fotosistem II menggunakan energi cahaya untuk menghilangkan elektron dari air dan menghasilkan oksigen sebagai produk residu (buangan). Elektron kemudian mengalir ke sitokrom b6f kompleks yang menggunakan energinya untuk memompa proton melewati membran tilakoid di dalam kloroplas. Proton tersebut kembali melalui membran setelah sebelumnya mengendasilkan ATP sintase. Elektron kemudian mengalir melewati fotosistem I dan salah satu elektronnya digunakan untuk mereduksi koenzim NADP+ untuk digunakan di siklus Calvin atau didaur ulang untuk pembentukan ATP berikutnya.

4. Anabolisme dalam Metabolisme

Anabolisme adalah sekumpulan proses metabolik konstruktif dimana energi yang dihasilkan oleh katabolisme digunakan untuk mensintesis molekul kompleks. Umumnya, molekul kompleks menyusun struktur sel dan membentuk prekusor sedikit demi sedikit. Anabolisme terdiri dari tiga tahap. Pertama, produksi prekusor seperti asam amino, monosakarida, isoprenoid, dan nukleotida. Kedua, prekusor tersebut diaktifkan menjadi bentuk reaktif dengan menggunakan energi dari ATP. Ketiga, dilakukan perakitan prekusor hingga menjadi molekul kompleks seperti protein, polisakarida, lipid, dan asam nukleat.

Cara membentuk molekul di dalam sel berbeda-beda pada setiap organisme. Makhluk hidup autotrof seperti tumbuhan dapat membentuk molekul organik kompleks (seperti polisakarida dan protein) di dalam sel dari molekul sederhana seperti karbon dioksida dan air. Sedangkan makhluk hidup heterotrof memerlukan substansi yang lebih kompleks (seperti monosakarida dan asam amino) untuk memproduksi molekul kompleks. Lebih lanjut, organisme dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber energi utama yaitu fotoautotrof dan fotoheterotrof yang mendapatkan energi dari cahaya dan kemoautotrof dan kemoheterotrof yang mendapatkan energi dari reaksi oksidasi anorganik.

4.1. Fiksasi Karbon

Fotosintesis adalah sintesis karbohidrat dengan sinar matahari dan karbon dioksida (CO2). Dalam tumbuhan, sianobakteria, dan alga, fotosintesis oksigenik memecah air dengan oksigen sebagai produk buangan. Proses ini menggunakan ATP dan NADPH yang diproduksi oleh pusat reaksi fotosintetik untuk mengubah CO2 menjadi gliserat 3-fosfat yang kemudian diubah menjadi glukosa. Reaksi fiksasi karbon ini dilakukan oleh enzim RuBisCO sebagai bagian dari siklus Calvin – Benson. Tiga jenis fotosintesis terjadi pada tumbuhan yakni fiksasi karbon C3, fiksasi karbon C4, dan fotosintesis CAM. Ketiga jenis tersebut dibedakan berdasarkan jalur karbon dioksida menuju siklus Calvin. Tanaman C3 langsung memasang CO2, sedangkan fotosintesis C4 dan CAM menggabungkan CO2 ke komponen lain terlebih dahulu sebagai bentuk adaptasi dari intensitas cahaya matahari dan kondisi kering.

Pada prokariot fotosintetik, mekanisme fiksasi karbon lebih berbeda. Karbon dioksida dapat langsung dipasang oleh siklus Calvin – Benson (kebalikan dari siklus asam sitrat) atau karboksilasi dari asetil-KoA. Prokariot kemoautotrof juga memasang CO2 melalui siklus Calvin – Benson, namun energi yang digunakan untuk mengendalikan reaksi berasal dari komponen anorganik.

4.2. Karbohidrat dan Glikan

Pada anabolisme karbohidrat, asam organik sederhana dapat diubah menjadi monosakarida (seperti glukosa) kemudian digunakan untuk merakit polisakarida (seperti pati). Generasi glukosa yang berasal dari komponen seperti piruvat, asam laktat, gliserol, gliserat 3-fosfat, dan asam amino disebut glukoneogenesis. Glukoneogenesis mengubah piruvat menjadi glukosa-6-fosfat melalui serangkaian intermediet, banyak diantaranya yang dibagikan dengan glikolisis. Namun, jalur ini tidak sesederhana glikolisis yang berjalan terbalik. Beberapa langkah dikatalis oleh enzim non-glikolitik. Ini diperlukan untuk membentuk formasi dan memecah glukosa.

Meskipun lemak menjadi jalan umum untuk menyimpan energi, dalam vertebrata (seperti manusia), asam lemak tidak dapat diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis. Organisme tersebut juga tidak dapat mengubah asetil-KoA menjadi piruvat. Tumbuhan dapat melakukannya, namun hewan tidak. Akibatnya, setelah menderita kelaparan jangka panjang, vertebrata memproduksi badan keton dari asam lemak untuk menggantikan lemak di dalam jaringan seperti otak yang tidak bisa memetabolis asam lemak. Pada organisme lain seperti tumbuhan dan bakteria, masalah metabolik ini terselesaikan dengan menggunakan siklus glioksilat. Siklus glioksilat memotong tahapan dekarboksilasi dalam siklus asam sitrat dan mengubah asetil-KoA menjadi osaloasetat yang dapat digunakan untuk memproduksi glukosa.

Polisakarida dan glikan dibuat oleh penambahan monosakarida secara berurutan oleh glikosiltransferase dari gula fosfat reaktif (seperti uridin difosfat glukosa / UDF-glukosa) menuju akseptor hidroksil. Semua grup hidroksil dapat dijadikan akseptor, sehingga polisakarida yang terbentuk dapat mempunyai struktur lurus atau bercabang. Polisakarida yang terbentuk memiliki struktur dan fungsi metabolik tersendiri, atau ditransfer ke lipid dan protein dengan bantuan enzim oligosakariltransferase.

4.3. Asam Lemak, Isoprenoid, dan Steroid

Asam lemak dibuat oleh asam lemak sintase yang melakukan polimerisasi dan mereduksi unit asetil-KoA. Rantai asil di dalam asam lemak diperpanjang oleh siklus reaksi yang menambahkan asil, mereduksinya menjadi alkohol, mendehidrasikannya menjadi sekelompok alkana, dan kemudian direduksi lagi menjadi alkana. Enzim dari biosintesis asam lemak terbagi menjadi dua kelompok: Protein tipe I pada hewan dan fungi (jamur) dan enzim tipe II pada plastida tumbuhan dan bakteri.

Terpena dan isoprenoid adalah kelompok besar lipid yang membentuk sebagian besar produk tumbuhan. Komponen tersebut dibuat oleh perakitan dan modifikasi isoprena yang didapat dari prekursor reaktif isopentenil pirofosfat dan dimetilalil pirofosfat. Prekursor tersebut dibuat dengan cara yang berbeda. Pada hewan dan fungi, jalur mevalonat memproduksi komponen tersebut dari asetil-KoA. Sedangkan pada tumbuhan dan bakteri menggunakan piruvat dan gliseraldehid 3-fosfat sebagai substrat. Reaksi penting yang menggunakan isoprena aktif adalah biosintesis steroid. Isoprena akan bergabung bersama untuk memproduksi squalen dan membentuk lanosterol. Lanosterol dapat diubah menjadi steroid lain seperti kolesterol dan ergosterol.

4.4. Protein

Kemampuan setiap organisme untuk mensintesis 20 macam asam amino bervariasi. Kebanyakan bakteri dan tumbuhan dapat mensintesis semuanya, sedangkan mamalia hanya dapat mensintesis sebelas asam amino non-esensial sehingga sembilan asam amino esensial harus didapatkan dari makanan. Beberapa parasit sederhana seperti bakteri Mycoplasma pneumoniae, tidak bisa mensintesis asam amino dan mendapatkannya langsung dari inangnya. Semua asam amino disintesis melalui intermediet dalam glikolisis, siklus asam sitrat, atau jalur pentosa fosfat. Sintesis asam amino bergantung pada formasi asam alfa-keto yang tepat dan melakukan transaminasi untuk membentuk sebuah asam amino.

Asam amino membentuk protein dengan bergabung bersama menjadi rantai peptida. Setiap protein memiliki susunan asam amino yang berbeda yang disebut struktur primer. Bagaikan semua huruf yang dapat dirangkai menjadi kata-kata yang berbeda, asam amino juga dapat melakukan kombinasi untuk membentuk banyak variasi protein. Protein yang dibuat oleh asam amino dapat diaktivasi dengan mengikatnya dengan molekul RNA transfer melalui ikatan ester. Prekursor tRNA diproduksi dalam reaksi ATP. tRNA menjadi substrat untuk ribosom, yang kemudian menjadi asam amino dengan berikatan dengan rantai protein dan menggunakan informasi dari mRNA.

4.5. Sintesis Nukleotida

Nukleotida tersusun dari asam amino, karbon dioksida, dan asam format yang menggunakan energi metabolik dalam jumlah besar. Purin disintesis sebagai nukleosida (basa yang terikat dengan ribosa). Baik adenin dan guanin tersusun dari prekursor nukleosida inosin monofosfat yang disintesis menggunakan atom dari asam amino glisin, glutamin, dan asam aspartik. Pirimidin disintesis dari basa orotat yang terbentuk dari glutamin dan aspartat.

5. Metabolisme Xenobiotik dan Redoks

Semua organisme secara konstan membedah komponen yang tidak dapat digunakan sebagai makanan dan berbahaya jika masuk ke dalam sel. Komponen yang berpotensi merusak tersebut disebut xenobiotik. Xenobiotik seperti obat sintetis, racun alami, dan antibiotik didetoksifikasi oleh sekumpulan enzim metabolisme xenobiotik. Pada manusia, enzim termasuk adalah sitokrom P450 oksidase, UDP-glukuronososiltransferase, dan glutathione S-transferase. Sistem enzim ini bekerja dengan tiga fase. Pertama, xenobiotik dioksidasi. Kedua, zat konjugat yang larut dengan air digabungkan menjadi molekul. Ketiga, xenobiotik larut air yang telah termodifikasi dipompa keluar dari sel dan organisme multiseluler akan memetabolismenya sebelum diekskresi. Dalam ekologi, reaksi ini sangat penting untuk membiodegradasi polutan oleh mikroba dan membioremediasi tanah terkontaminasi atau tumpahan minyak.

6. Aturan dan Kontrol Metabolisme

Suasana lingkungan di kebanyakan organisme dapat berubah secara konstat. Sehingga reaksi metabolisme harus diatur untuk menyesuaikan kondisi dengan sel. Kondisi tersebut disebut homeostasis. Regulasi metabolik juga membuat organisme dapat merespon sinyal dan berinteraksi dengan lingkungannya. Terdapat dua konsep yang penting untuk memahami bagaimana jalur metabolik dikontrol. Pertama, regulasi enzim di dalam jalur metabolik yang dapat meningkat dan berkurang bergantung dengan sinyal yang diterima. Kedua, kontrol diberikan kepada enzim supaya dapat merubah aktivitasnya pada jalur metabolik. Contoh, sebuah enzim dapat berubah total dalam aktivitasnya (sangat diatur) namun jika perubahan tersebut memiliki efek kecil pada aliran di jalur metabolik, maka enzim tersebut tidak dilibatkan dalam pengaturan jalur metabolik.

Terdapat beberapa tingkatan dalam regulasi metabolik. Pada regulasi intrinsik, jalur metabolik melakukan regulasi dengan sendirinya untuk merespon dan merubah tingkatan substrat atau produk. Regulasi ekstrinsik melibatkan sebuah sel pada organisme multiseluler yang telah menerima sinyal dari sel lain untuk mengubah metabolisme. Pengiriman sinyal tersebut melibatkan fosforilasi protein.

Contoh kontrol ekstrinsik yang paling mudah dimengerti adalah pengaturan metabolisme glukosa oleh hormon insulin. Insulin diproduksi sebagai respon peningkatan kadar gula darah. Hormon akan berikatan dengan reseptor insulin pada sel dan kemudian mengaktifkan protein kinase. Hal ini menyebabkan sel mengambil glukosa dan mengubahnya menjadi asam lemak dan glikogen. Metabolisme glikogen dikontrol oleh fosforilase dan glikogen sintase. Insulin memacu sintesis glikogen dengan mengaktifkan protein fosfatase.

7. Evolusi Metabolisme

Jalur utama metabolisme seperti glikolisis dan siklus asam siklat ada di semua makhluk hidup dan nenek moyang semua makhluk hidup. Nenek moyang semua makhluk hidup adalah prokariota dan metanogen yang memiliki metabolisme asam amino, nukleotida, karbohidrat, dan lipid. Jalur metabolisme yang hampir tidak berubah sepanjang evolusi ini dikarenakan jalur ini adalah jalur yang memproduksi produk akhir dengan cara yang paling efisien. Mutasi menyebabkan perubahan pada efisiensi metabolisme.

Evolusi juga dapat menyebabkan kehilangan fungsi metabolik. Contoh, beberapa parasit tidak dapat memetabolisme asam amino, nukleotida, dan karbohidrat sehingga harus didapatkan dari inangnya.

8. Sejarah Penelitian Metabolisme

Istilah “metabolisme” adalah turunan dari bahasa Inggris metabolism yang berasal dari bahasa Yunani Μεταβολισμός (Metabolismos) yang berarti “berubah”. Dokumen pertama yang membahas metabolisme dibuat oleh Ibn al-Nafis pada tahun 1260 masehi dengan judul Al-Risalah al-Kamiliyyah fil Siera al-Nabawiyyah (Risalah Kamil pada Biografi Nabi) yang didalamnya terdapat kalimat “Baik tubuh dan bagiannya adalah tempat berkelanjutan bagi pemecahan dan makanan, jadi mereka pasti menjalani perubahan permanen”. Sejarah penelitian ilmiah tentang metabolisme terbentang selama beberapa abad dan telah berubah dari meneliti bagian dalam hewan pada penelitian awal menjadi penelitian reaksi metabolik pada individu dalam biokimia modern. Percobaan pertama pada metabolisme manusia dipublikasikan oleh Santorio Santorio pada tahun 1614 dalam bukunya yang berjudul Ars de statica medicina. Dia menjelaskan hasil penimbangan berat badannya sebelum dan sesudah makan, tidur, bekerja, melakukan hubungan seksual, puasa, minum, dan buang air kecil. Dia menemukan bahwa kebanyakan makanan yang dia makan hilang melalui sesuatu yang ia sebut “pengeluaran tidak sadar”.

Pada studi awal, mekanisme proses metabolik belum teridentifikasi. Pada abad ke-19, ketika Louis Pasteur mempelajari fermentasi gula menjadi alkohol dengan ragi, ia menyimpulkan bahwa fermentasi mengkatalis substansi dalam sel ragi. Dia menulis bahwa “fermentasi alkohol memiliki korelasi dengan kehidupan dan organisme di dalam sel ragi, bukan kematian atau pembusukan sel”. Penelitian ini, sejalan dengan publikasi Friedrich Wöhler pada tahun 1828 tentang sintesis kimia pada urea dan tercatat sebagai komponen organik pertama yang disiapkan dari prekursor anorganik. Ini terbukti bahwa komponen organik dan reaksi kimia yang ditemukan di dalam sel tidak berbeda dengan prinsip kimia lain.

Penelitian pertama tentang enzim dilakukan pada awal abad ke-20 oleh Eduard Buchner yang memisahkan studi reaksi kimia metabolisme dari studi biologi sel. Ini menjadi awal dari biokimia. Pengetahuan tentang biokimia berkembang pesat pada awal abad ke-20. Salah satu orang yang paling berkontribusi terhadap biokimia adalah Hans Krebs yang juga memberikan kontribusi besar bagi studi metabolisme. Dia meneliti siklus urea dan kemudian siklus asam sitrat dan siklus glioksilat bersaa dengan Hans Kornberg. Penelitian biokimia modern sangat didukung oleh perkembangan teknik penelitian seperti kromatografi, difraksi sinar X, spektroskopi NMR, penandaan radioisotop, mikroskop elektron, dan simulasi dinamika molekuler.





Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

Rabu, 27 Mei 2015

9 Manfaat Keanekaragaman Hayati (Materi Lengkap Biologi SMA X)

Kenekaragaman hayati memberi banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya kepulauan Maluku yang kaya akan rempah-rempah dan pulau Komodo yang mempunya spesies hewan endemik dan unik. Peran keanekaragaman hayati sangat banyak di berbagai bidang studi. Keanekaragman hayati juga menunjukkan kekayaan alam yang dimiliki bumi.
Bagian dari: Keanekaragaman Hayati (Materi Lengkap)
Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Pangan
Makanan tradisional Indonesia yang memanfaatkan keanekaragaman hayati.

1. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Pangan

Sumber pangan bagi manusia selalu berasal dari hewan dan tumbuhan. Manusia juga tidak dapat mensintesis makanannya sendiri, maka dari itu manusia sangat bergantung pada keanekaragaman hayati. Di dunia terdapat ratusan jenis tumbuhan (contoh: padi, jagung, sagu, dan ketela) dan hewan (contoh: sapi, ayam, babi, dan ikan) yang dapat dijadikan sumber pangan. Sumber-sumber pangan tersebut diolah melalui pertanian dan peternakan. Beberapa jenis tumbuhan seperti rempah-rempah juga sering dijadikan bumbu tradisional. Daun pandan dan kunyit dapat digunakan sebagai zat pewarna alami pada makanan. Manusia juga dapat memakan beberapa jenis fungi (jamur). Bakteri juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan fermentasi pada bahan pangan. Namun tidak semua keanekaragaman hayati dapat dijadikan bahan pangan karena beberapa ada yang beracun dan mematikan bagi manusia.

2. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Sandang

Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Sandang
Tas kulit adalah salah satu contoh pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam sandang.
Sandang (pakaian) terbuat dari kain, kain terdiri dari tenunan benang, dan benang sebagian besar berasal dari kapas. Pohon kapas sering dijadikan bahan utama untuk membuat pakaian. Pakaian tradisional dan aksesorisnya juga kebanyakan berasal dari keanekaragaman hayati seperti bulu merak, tulang, bulu burung, dan kulit kayu. Dedaunan juga sering digunakan sebagai pakaian pada orang pedalaman. Saat ini, kulit hewan sering dijadikan bahan pembuatan tas, dompet, dan ikat pinggang. Bahkan bulu domba dapat dijadikan bahan pembuatan kain wol.

3. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Papan

Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Papan
Rumah tradisional yang memanfaatkan keanekaragaman hayati.
Tempat tinggal atau rumah tradisional sebagian besar berbahan baku dari keanekaragaman hayati seperti kayu jati, mahoni, dan bambu. Bahkan atapnya ada yang masing menggunakan alang-alang. Kayu jati juga menjadi bahan baku pembuatan furniture. Rajutan rotan juga dapat digunakan sebagai dinding rumah tradisional.

4. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Bahan Obat-Obatan

Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Bahan Obat-Obatan
Gambar seorang gadis membawa jamu. Jamu adalah obat tradisional yang memanfaatkan keanekaragaman hayati.
Jamu adalah obat tradisional asal Indonesia yang menggunakan kekayaan hayati tumbuhan sebagai bahan bakunya. Jamu alami memiliki banyak khasiat dan memiliki efek samping yang sedikit. Indonesia memiliki hampir 1000 spesies tanaman obat.

5. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Bahan Kosmetik

Lulur adalah kosmetik alami yang berasal dari Indonesia. Indonesia juga memiliki beragam ramuan pewangi, kosmetik, dan sampo yang terbuat dari bahan alami.

6. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Pendapatan

Jika dikelola dengan baik, keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan. Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang seharusnya membawa kemajuan jika dikelola dengan baik.

7. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Penyeimbang Lingkungan

Ini adalah yang terpenting, karena setiap spesies makhluk hidup pasti berperan dalam sebuah ekosistem. Jadi jika ada satu saja yang punah, maka hal itu akan mengganggu makhluk hidup lain yang bergantung padanya. Misalnya jika ular sawah terus diburu dan dibunuh, maka populasi tikus sawah akan berkembang pesat karena tidak ada yang memakannya. Akibatnya hasil panen padi terus menurun karena diserang hama tikus.

8. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

Biologi adalah pelajaran yang memiliki bidang yang sangat luas. Masih banyak spesies makhluk hidup di Indonesia atau di dunia yang belum teridentifikasi. Beberapa manfaat makhluk hidup di dunia juga masih menjadi misteri sehingga harus dilakukan banyak sekali penelitian lebih lanjut. Pada akhirnya ilmu pengetahuan berkembang dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

9. Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Keindahan

Peran Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Keindahan
Bonsai adalah karya seni yang memanfaatkan keanekaragaman hayati. 
Keanekaragaman hayati juga dapat dijadikan sebuah karya seni. Taman adalah salah satu contohnya. kawasan Asia Timur juga memiliki seni merangkai tanaman yang disebut bonsai. Tumbuhan dan hewan juga kerap menjadi inspirasi para seniman.





Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

Keanekaragaman Hayati Indonesia (Materi Lengkap Biologi SMA X)

Indonesia adalah salah satu negara tropis yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati (biodiversitas) terbesar di dunia. Salah satu penyebabnya adalah karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, diapit dua benua, diapit dua samudera, dan memiliki garis pantai yang panjang. Beberapa pulau di Indonesia bahkan memiliki spesies endemik (hanya ada di pulau tertentu) seperti komodo. Indonesia juga terletak pada pertemuan rangkaian pegunungan sehingga memiliki banyak gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi sangat subur.
Bagian dari: Keanekaragaman Hayati (Materi Lengkap)

Keanekaragaman Hayati Indonesia

1. Penyebaran Keanekaragaman Flora di Indonesia

Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia meliputi pohon-pohon hutan dengan ketinggian berkisar antara 5 meter sampai lebih dari 30 meter, semak, tumbuhan pemanjat (liana) yang biasa terdapat di pinggir hutan, dan epifit. Keanekaragaman flora di kawasan Indonesia barat dan kawasan Indonesia timur juga berbeda. Berikut adalah tabel perbedaan keanekaragaman flora di kawasan Indonesia barat dan kawasan Indonesia timur.

No.
Dilihat dari
Indonesia barat
Indonesia timur
1.Pohon meranti-merantianSangat banyak (sekitar 350 jenis)Sedikit (25 jenis)
2.RotanAdaTidak ada
3.Hutan kayu putihTidak adaAda
4.Matoa (Pometia sp.)SedikitBanyak
5.SaguSedikitBanyak
6.Nangka (Artocarpus sp.)AdaTidak ada

Indonesia termasuk kawasan Malesiana yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, hingga Papua Nugini. Berikut adalah penyebaran flora di kawasan Malesiana (Indonesia).
  1. Daerah hutan hujan tropis adalah hutan yang ada di kawasan khatulistiwa. Semua pulau besar di Indonesia memiliki hutan hujan tropis. Ciri-ciri hutan hujan tropis adalah kondisi lembab dan memiliki pohon yang banyak, besar, dan heterogen (bermacam-macam jenis). Contoh pohon yang ada di hutan hujan tropis adalah kemenyan, rotan, kamper, damar, eboni, dan meranti.
  2. Daerah hutan musim adalah hutan musiman yang daunnya dapat gugur pada musim kemarau dan kembali hijau saat musim hujan. Ciri-ciri hutan musim adalah homogen (hanya terdiri dari satu jenis). Contoh hutan musim adalah pohon cemara dan jati.
  3. Daerah sabana adalah daerah pada rumput yang terdapat semak-semak dan pohon rendah. Sabana biasa ditemukan di daerah yang sering terkena musim kemarau seperti Dataran Tinggi Gayo di Aceh dan Madura.
  4. Daerah stepa adalah daerah yang hanya terdapat padang rumput. Stepa biasa terdapat di kawasan yang mengalami kemarau panjang dan sangat kering seperti di NTB bagian timur dan NTT. Stepa cocok digunakan sebagai tempat beternak hewan herbivora.

2. Penyebaran Keanekaragaman Fauna di Indonesia

Penyebaran Keanekaragaman Fauna di Indonesia Garis Weber dan Wallace

Keanekaragaman hewan di Indonesia meliputi hewan asiatis, australis, dan peralihan. Terdapat dua garis khayal yang membagi persebaran keanekaragaman fauna di Indonesia yaitu garis Wallace (Kalimantan-Sulawesi, Bali-Lombok) dan garis Weber (Sulawesi-Maluku, NTT-Maluku). Garis tersebut membagi Indonesia menjadi tiga zona yaitu zona oriental (Indonesia barat), zona australasia (Indonesia timur), dan zona peralihan (Indonesia tengah).

Penyebaran Keanekaragaman Fauna di Indonesia

  1. Zona oriental adalah zona yang ditempati oleh fauna tipe asiatis. Hewan yang berada pada zona ini memiliki kemiripan dengan hewan dari benua Asia. Zona ini berada di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan sekitarnya. Ciri-ciri fauna tipe asiatis adalah berukuran besar, kebanyakan menyusui, dan terdapat ikan air tawar. Contoh hewan tipe asiatis adalah orangutan, gajah, babi hutan, burung merak, dan badak bercula satu.
  2. Zona australasia adalah zona yang ditempati oleh fauna tipe australis. Hewan yang berada pada zona ini memiliki kemiripan dengan hewan dari benua Australia. Zona ini berada di kepulauan Maluku dan Papua. Ciri-ciri fauna tipe australis adalah berukuran kecil, terdapat mamalia berkantung, tidak ada kera, dan banyak terdapat burung berwarna-warni. Contoh hewan tipe australis adalah kangguru pohon, burung kakatua, burung cendrawasih, landak, walabi, dan burung pelikan.
  3. Zona peralihan adalah zona yang ditempati oleh fauna tipe peralihan. Hewan yang berada pada zona ini memiliki kemiripan dengan hewan dari benua Asia dan Australia. Zona ini berada di pulau Sulawesi, NTB, dan NTT. Ada juga hewan endemik di zona ini. Contoh hewan tipe peralihan adalah beruang, anoa, komodo, babirusa, dan kuda.



Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

Senin, 25 Mei 2015

6 Cara Melupakan Orang yang Sudah Menolak Kita

Udah ditolak, gak pernah diajak ngomong pula. Sakitnya tuh disini tau! *nunjuk hati. Hal tersebut seringkali terjadi pada mereka yang suka terlalu lama tapi gak nembak juga. Pada saatnya ditolak, dia akan susah move on. Semua warna terlihat monokrom, semua rasa terasa hambar, semua suara terdengar sumbang, hati seperti tertusuk-tusuk, dan pokoknya lebay banget deh! Eh, tapi seriusan loh begitu rasanya *curcol. Hehehe. Nah, bagaimana cara melupakan orang yang sudah menolak kita? Langsung saja kita simak yang pertama:

Baca juga: Jika Cinta Anda Ditolak

Cara Melupakan Orang yang Sudah Menolak Kita

1. Cari Teman

Teman adalah tempat terbaik untuk curhat dan melepaskan perasaan gundahmu akibat baru saja ditolak. Cukup datangi dia dan ajak di bermain bersama. Teman biasanya mengerti kebutuhanmu dan dia akan berusaha untuk memenuhinya.

2. Lampiaskan

Baca juga: 8 Kesalahan Dalam Mencintai Seseorang Yang Harus Anda Hindari

Lampiaskanlah perasaan kecewamu. Tapi dengan cara positif yaa. Jangan sampai kamu memecahkan semua perabot di rumah -_- Lampiaskan dengan cara menyanyi-nyanyi di kamar atau mengajak adik bercanda. Atau jika ada, ajaklah temanmu untuk menonton konser DJ. Dijamin semua perasaan sedih kamu bakal hilang dengan sendirinya.

3. Meditasi dan Berdoa

Baca juga: 5 Cara Move On dari Gebetan

Lakukan meditasi selama beberapa menit sambil mengingat tuhan. Cukup dengan duduk bersila di tempat yang tenang dan sepi sambil memejamkan mata. Berdoa juga sangat bagus untuk menenangkan dirimu. Setelah bermeditasi dan berdoa, hati kamu akan terasa jauh lebih tenang dari sebelumnya. Percayalah!

4. Jangan Membaca/Mendengarkan Hal yang Bertema Kesepian

Baca juga: Cara Agar Kita Gak Ingat-Ingat Orang yang Kita Cintai

Janganlah membaca sesuatu yang bertema kesepian atau menyinggung orang jomblo juga mendengarkan lagu bertema sama. Bacaan dan lagu itu hanya membuat kamu merasa kesepian dan seolah-olah pacar adalah kebutuhan nomor satu yang harus dicari. Padahal banyak sekali hal lain yang lebih penting dari itu. Pacar itu sesungguhnya tidak bisa dicari, dengan memperbanyak pergaulan, niscaya calon pacar pasti datang dengan sendirinya, dan akan kamu dapatkan jika kamu menembaknya.

5. Cari Kenalan Baru

Baca juga: 5 Cara Melupakan Cinta Pertama Waktu SMP

Masih banyak cewek yang lebih cantik dan lebih baik dari dia. Dan banyak cara untuk kenal dengan cewek itu. Beranikanlah dirimu untuk mengajak kenalan atau minta kontaknya dari teman. Hubungi dia, ajak dia PDKT, dan tembak. Jika ditolak, ulangi kelima langkah ini. Cewek melimpah di dunia ini. Cewek yang satu agama dan daerah juga banyak. Peluang mendapatkannya pun tidak sedikit. Kalaupun sedikit, pasti ada peluang.

6. Lakukan Kegiatan Positif

Banyak sekali hal yang bisa kamu lakukan selain merenungi orang yang menolak kamu itu. Lakukanlah hobi yang kamu sukai. Misalnya membaca, bermain game, atau membuat kerajinan. Dengan adanya kesibukan, pikiran galaumu akan tergantikan.


Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat kolom komentar :)

 
Copyright © 2013 Pemerintah Desa Buntu Pane
Design by FBTemplates | BTT